Pecinta musik rock berhutang budi terhadap
Log Zhelebour. Melalu festival yang digagas, Log Zhelebour membuat musik rock tetap konsisten hadir di blantika musik Indonesia terutama melalui festival bertajuk Festival Rock Se-Indonesia yang telah melegenda.
Festival Rock Se-Indonesia pertama kali diadakan tahun 1984. Sejumlah group rock dari Bandung, Jakarta, Jawa Timur, Bali sampai Irian Jaya (Papua red.) antusias mengikuti festival ini. Tak kurang dari 30 band tampil mulai dari
Harley Angels (Bali, Juara 1)
LCC (Surabaya, Juara 2)
Elpamas (Pandaan, Juara 3)
Drop Out (Juara Favorit, Irian Jaya)
2nd Smile (Juara Harapan, Jakarta)
dan sejumlah nama lain termasuk
Grass Rock (Surabaya)Nicky Astria & D'Ronners maupun Jamrock (Bandung). Diluar penghargaan untuk group, diberikan juga penghargaan individual yang dimenangi oleh Bambang (Vokalis Pria Terbaik, Harley Angels), Chetty WS (Vokalis Wanita, LCC), Indrawan (Bassis Terbaik, Harley Angels), Budhi Haryono (Drummer Terbaik, Jamrock), Totok Tewel (Gitaris Terbaik, Elpamas), Andy (Keyboard Terbaik, 2nd Smile, Jakarta).
Kesuksesan Festival Rock Se-Indonesia perdana yang disponsori oleh perusahaan rokok Djarum Super dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.
Tahun 1985 menghasilkan Juara Elpamas (Pandaan)
Tahun 1986 menghasilkan Juara Grass Rock (Surabaya)
Tahun 1987 menghasilkan Juara Adi Metal Band (Surabaya)
Tahun 1989 menghsilkan Juara Power Metal (surabaya)
Para juara Festival ke-1 sampai dengan ke-4 (1984-1987) selain mendapatkan hadiah berupa piala juga sejumlah uang. Sedangkan mulai festival ke-5 dan seterusnya, para finalis difasilitasi masuk dunia rekaman dengan membawakan 1 buah lagu milik sendiri dan dirangkum dalam album Kompilasi Festival Rock Se-Indonesia di bawah label yang digagas Log Zhelebour dan Iwan S. Sidarta, yaitu Logiss Record. Selain itu, sang juara diikutsertakan dalam konser rock yang promotori Log Zhelebour dan dibuatkan pula full album. Sehingga tak heran seusai menjuarai festival tak lama kemudian album para juara direlease, mulai dari
Power Metal (Juara Festival Ke-5, 1989)
Kaisar (Juara Festival Ke-6, 1991)
Andromedha (Juara Festival Ke-7, 1993)
Teaser (Juara Festival Ke-8, 1996)
Ungu 5 (berubah menjadi U9, Juara Festival Ke-9, 2001)
Mujizat (Juara Festival Ke-10, 2004)

Khusus untuk group Andromedha (Juara Festival Ke-7, 1993) albumnya diproduksi dibawah label lain yaitu Bursa Musik. Sementara itu untuk juara sebelumnya, Elpamas (Juara Festival Ke-2, 1985) sungguhpun dibuatkan album rekaman di bawah label Logiss Record tetapi beberapa tahun kemudian setelah menjadi juara, melalui album Dinding Kota (1989). Sedangkan Grass Rock (Festival-3, 1986) sama seperti Andromedha albumnya direlease label lain, Gemini Record (Atlantic Record, 1991) dengan tajuk Anak Rembulan (Peterson). Grass Rock baru berada di bawah label Logiss Record melalui album ke-empat, Menembus Zaman (1999).
Sayang kiprah Festival Rock Se-Indonesia yang disponsori Djarum Super (Kecuali Festival Ke-6 sponsor Gudang Garam, Ke-7 sponsor Crystal Filter Cigarette) harus diakhiri dalam ajang Festival Rock Se-Indonesia Ke-10 tahun 2004 setelah berlangsung tepat 20 tahun. Namun demikian semangat rock Log Zhelebour tidak pernah sirna dan masih menggebu untuk membuat festival rock. Dengan format yang hampir sejenis Log Zhelebour mengusung Gudang Garam Rock Competition (GGRC) sebagai pengganti brand Festival Rock Se-Indonesia. Festival perdana GGRC yang disponsori oleh perusahaan rokok Gudang Garam dilaksanakan tahun 2007 dengan menghasilkan jawara Workstation dari Salatiga.
Di dalam sejarahnya, para Juara Festival Rock Se-Indonesia tidak seluruhnya sukses ketika bersaing dengan mengeluarkan album penuh di kancah musik tanah air, bahkan lebih ironis lagi setelah album perdana direlease nama mereka pun lamat-lamat hilang, sebut saja misalnya Kaisar, Teaser maupun Andromedha. Kalaupun bisa menghasilkan lebih dari satu album, keberhasilan komersial tidaklah terlalu fantastis karena album yang dihasilkan kurang mendapat response positif pecinta musik tanah air, sebagai contoh Elpamas yang hanya sukses di album Tato dengan hits Pak Tua padahal sudah 6 album dihasilkan. Demikian pula Grass Rock yang hanya dikenang melalui album perdana Anak Rembulan padahal 4 album telah dihasilkan, demikian pula Adi Metal Band yang sempat mengeluarkan 2 album. Yang agak beruntung adalah Power Metal, tidak saja album perdananya saja yang sukses tetapi beberapa album sesudahnya. Namun demikian, ada fenomena yang cukup menarik jika dilihat dari group yang tidak berhasil menjadi juara di Festival Rock Se-Indonesia, mereka malah lebih sukses di kancah dunia rekaman, sebut saja misalnya Slank, Jamrud (sebelumnya bernama Jamrock), Boomerang (sebelumnya bernama Lost Angels). Group itu, album-albumnya terjual dalam jumlah ratusan ribu hingga jutaan copy serta mempunya fanbase yang kuat. Satu hal yang dapat disimpulkan dari kiprah festival yang digagas Log Zhelebour adalah, festival itu telah mampu menjadi ajang regenerasi group rock tanah air