Oslan Husein anak ke empat dari tujuh bersaudara, ayahnya seorang pedagang kain Para Karambia bernama Husein. Oslan menghabiskan masa kecilnya di Padang, dan memulai menyukai seni suara sejak masih duduk di Daisan Kotogomikun Gakko (sekarangSekolah Dasar). Kemudian terus berlanjut hingga SMP. Menginjak SMA karena berbagai hal Oslan tidak menyelesaikan sekolahnya hingga tamat, kebetulan masa SMA Oslan berdekatan dengan masa kemerdekaan Republik Indonesia. Saat menjadi Tentara Pelajar Oslan sering menyanyi untuk menghibur dan membangkitkan semangat kawan-kawannya.
Biografi
Pengalaman bernyanyi pertama kali didapatinya, saat dia mencoba mengamen dengan menyenandungkan ayat-ayat suci
Al-Quran di depan gerbang sebuah pasar malam di
Padang, kemudian banyak orang yang tertarik dan memberinya uang. Dari pengalaman tersebut Oslan yakin, bahwa dengan tarik suara bisa mendatangkan uang. Oslan juga memiliki selera humor yang cukup tinggi, tetapi dalam menghibur dia sadar, bahwa dia tak akan bisa menjadi seorang pelawak. Timbre suaranya memiliki karakter yang cukup unik, ada sedikit warna genit pada gaya menyanyi popnya.
Pada tahun
1950, ketika usianya baru 19 tahun, Oslan nekad merantau ke
Jakarta. Di
Jakarta dulu ia tinggal di seputar daerah Keramat Sentiong. Oslan mulai mencari-cari pekerjaan di
Jakarta, Ia sempat bekerja pada Departemen Pekerjaan Umum (DPU). Pada suatu waktu bertemulah Oslan dengan sahabat lamanya yang bernama
Alwi, kelak orang inilah yang sangat berjasa pada karir Oslan. Kemudian
Alwimencoba membawa dan mengenalkan Oslan pada sebuah
grup musik yang bernama Kinantan. Tiga tahun kemudian bersama
grup musiktersebut, Oslan mulai bersentuhan dengan dunia film. Seperti pada film
"Harimau Tjampa" (1953). Setelah itu ada beberapa film lagi yang soundtracknya dinyanyikan oleh Oslan. Diantaranya
"Arini"(1955),
"Daerah Hilang" (1956).
Pada masa itu ketenaran Oslan sebagai penyanyi lagu daerah
Minang semakin meningkat bersama band "Teruna Ria" yang didirikannya bersama Moes DS pada tahun
1959.
Ombak buruih,
Urang Tolong,
Sinandi-Nandi Menjajah Pasar, adalah beberapa lagu populer yang dinyanyikan Oslan bersama orkes Teruna Ria. Ketenaran Oslan telah dapat disejajarkan dengan orkes-orkes terkenal lainnya seperti Orkes Gumarang dan Orkes Kumbang Tjari. Namun Oslan baru muncul di layar putih pada tahun
1961 lewat film yang berjudul
"Detik Detik Berbahaya" , sebagai Pemeran Pembantu bersama sahabat lamanya
Alwi, kemudian juga pada film
"Seribu Langkah" dan "Kasih Tak Sampai".Dalam film "Hadiah 2.000.000." dia menjadi Peran Utama, juga bersama Alwi. Tetapi setelah itu dia lebih banyak memegang Peran Pembantu, diantaranya dalam
"Antara Timur dan Barat" (1963),
"Madju Tak Gentar" (1965),
"Belaian Kasih" (1966). Semenjak tahun
1967, Oslan lebih banyak muncul di panggung sebagai penyanyi dan pelawak bersama kawan duetnya
Alwi. Lalu di tahun
1970 bersama
Ernie Djohan mereka membentuk grup Erosa (
Erni - Oslan -
Alwi). Sebagi pengisi tetap acara Siaran
ABRI RRI Studio
Jakarta. Ia meninggal setelah menderita sakit yang cukup lama di Rumah Sakit Ancol,
Jakarta.
Filmografi
Lihat pula
Referensi